50 Kata

Brilio.internet – Sering kali ketika mengisi biodata, ada kolom motto hidup yang harus dicantumkan. Motto hidup seakan menjadi patokan bagaimana seseorang memandang kehidupan. Melalui motto hidup pula, seseorang bisa fokus pada tujuan yang ingin dicapai.

Kadang kala, motto hidup juga menjadi motivasi untuk menyelesaikan banyak problematika. Sebab masalah tidak akan pernah selesai, jika kita tidak berusaha untuk mencari solusi dan mengatasinya. Karena itulah walau terlihat sepele, namun memiliki motto hidup adalah hal yang penting.

Bagi sebagian orang, menuliskan motto hidup adalah sesuatu yang mudah. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengungkapkan keinginan maupun perasaannya melalui kata-kata. Nah, jika kamu termasuk di antaranya, kumpulan kata-kata motto hidup ini mungkin bisa cocok untukmu. Secara khusus, kata-kata motto hidup ini dituliskan dengan bahasa Arab lho.

Selain terlihat unik, motto hidup bahasa Arab ini juga enak didengar dan memiliki arti yang baik. Penasaran seperti apa? Berikut 50 kata-kata motto hidup yang dihimpun brilio.web dari berbagai sumber pada Kamis (2/7).

Kata-kata motto hidup bahasa Arab inspiratif.

foto: freepik.com

1. “Aduwwun ‘aaqilun khoirun min shodiiqin jaahilin.”

(Musuh yang pandai, lebih baik daripada teman yang bodoh)

2. ” Al hayyatu ka al tsalji. Istamti’ bihaa qobla an tadzuuba.”

(Hidup itu seperti halnya es nikmatilah dengan baik sebelum ia mencair)

3. ” Ashlih nafsaka yashluh laka an naasu. “

(Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang lain akan baik padamu)

four. ” If’al maa yus’iduka, fa al ayyaamu lan ta’uudu.”

(Lakukanlah hal yang membuatmu bahagia karena hari- hari lalu tak akan pernah kembali)

5. ” Inna as syabaaba wa al faroogo wa aljiddata mafsadatun lilmar i ayya mafsadatin.”

( Sesungguhnya masa muda, waktu luang, dan banyak harta adalah perusak seseorang dengan sebenar-benarnya kerusakan)

6. ” Man laa ‘aba al tsu’baani fii kafihi. Haihaata an yaslama min las’atihi.”

(Barangsiapa memainkan ular di telapak tangannya tidak mungkin baginya untuk selamat dari gigitannya)

7. ” Man qolla shidquhu qolla shodiiquhu. “

(Barang siapa sedikit kejujurannya, sedikit pula temannya)

eight. “Al aqlus salim fiel jismis salim”

(Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat)

9. “Al ittihadu asasun najaah”

(Persatuan adalah pangkal keberhasilan)

10. “As shobru yu’ienu a’la kulli amalin”

(Kesabaran itu akan menolong segala pekerjaan)

11. “Idza tammal Aqlu qollal kala”

(Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya)

12. “Ijhad walaa taksal wa laa takun ghoofilan fa nadaamatu al ‘uqbaa liman yatakaasal.”

(Bersungguh- sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan)

thirteen. “Jarib wa laahidzh takun a’arifan”

(Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu)

14. “Khoirun naasi ahsanuhum khulukon wa anfa’ahum linnaas.”

(Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik budi pekertinya dan yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya)

15. “Lan tarji’al ayyamul lati madhot.”

(Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang telah berlalu)

sixteen. “Likulli maqomin maqolun, wa likulli maqoolin maqomun.”

(Setiap tempat mempunyai perkataan masing-masing, dan untuk setiap perkataan memiliki tempat masing-masing.)

17. “Man hafaro hufrotan waqo’a fieha.”

(Barang siapa yang menggali lubang, maka akan terperosoklah ia di dalamnya)

18. “Man jadda wajada.”

(Barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan kesuksesan)

19. “Man shobaro dzhofiro.”

(Barang siapa yang bersabar, maka dia akan beruntung)

20. “Man yazro’ yahsud.”

(Barang siapa yang menanam pasti akan memetik)

21. “Qulil haqqo walau kaana murrun.”

(Katakanlah kebenaran itu walaupun pahit)

22. “Salamatul insan fie hifdzil lisan.”

(Keselamatan manusia itu terdapat dalam penjagaan lidahnya)

23. “Tarkul jawab alal jaahil jawabun”

(Tidak menjawab pertanyaan orang yang bodoh adalah suatu jawaban)

24.”Idzaa kunta fii kulli al umuuri mu’aatiban. Shodiiquka lam talqo alladzii laa tu’aatibuhu.”

(Kalau kau selalu melihat aib pada diri sahabatmu. Maka kau tak akan menemui seorang sahabat pun yang tak memiliki aib)

25. “In qolla maalii falaa khillun yushoohibunii. In zaada maalii fakullu an naasi khullaanii.”

(Jika hartaku sedikit tidak ada teman yang mau bersahabat denganku. Jika hartaku melimpah seakan-akan semua orang ingin berteman denganku tiba-tiba)

26. Maa dumta tusyaahidu basmata ummika, fa alhayaatu laa tazaalu jamiilatan. “

(Selagi engkau dapat melihat senyuman ibumu, hidupmu senantiasa indah)

Kata-kata motto hidup bahasa Arab tentang belajar dan ilmu.

foto: freepik.com

27. “Al waqtu kaa assaifi fa in lam taqto’hu qotho’aka.”

(Waktu itu seperti pedang. Jika kau tidak memotongnya maka Ia akan memotongmu)

28. “Aafatu al ‘ilmi an nisyaani.”

(Penyakit ilmu adalah lupa)

29. “Al ‘aalimu kabiirun wa inkaana hadatsan. Wa al jaahilu shogiirun wa in kaana syaikhan.”

(Orang yang berilmu itu besar walaupun umurnya masih muda. Sedangkan orang yang bodoh itu kecil walau umurnya telah tua)

30. “Al ilmu bilaa amalin kasyajari bila tsamarin”

(Ilmu tanpa amal/praktek bagaikan pohon yang tidak berbuah)

31. “Al ‘ilmu shoidun wa alkitaabatu qoyyiduhu. Qoyyid shuyuudaka bi alhibaali al waatsiqoti.”

(Ilmu itu seperti hewan buruan sedangkan tulisan adalah tali ikatannya. Maka ikatlah hewan gembalamu dengan tali yang kuat)

32. “As shobru kaa as shobiri murrun fii madzaaqotihi. Lakinna ‘awaaqibahu ahlaa mina al ‘asali.”

(Kesabaran itu seperti buah Shabir/tanaman obat yang rasanya pahit. Akan tetapi hasil yang didapatkan setelahnya lebih manis daripada madu)

33. “At ta’alumu fishighori kannaqsyi alal hajari”

(Belajar diwaktu kecil itu, bagaikan mengukir di atas batu)

34. “Uthlubil ilma minal mahdi ilal lahdi”

(Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur)

35. “Fa ishbir lidaaika in jafauta thobiibahaa. Wa iqna’ bijahlika in jafauta mu’alliman. “

(Maka sabarlah atas penyakitmu jika engkau menjauhi dokter. Dan puaslah dengan kebodohanmu jika engkau menjauhi guru)

36. “Khoiru jaliisin fii az zamaani kitaabun.”

(Sebaik- baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku)

37. “Laula al ‘ilmu lakaana an naasu kaa al bahaaimi.”

(Sendainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang)

38. “Man lam yadzuq dzulla at ta’alumu saa’atan. Tajarro’a dzulla al jahli thula hayaatihi. “

(Barangsiapa belum merasakan susahnya menuntut ilmu barang sejenak. Ia akan merasakan hinanya kebodohan seumur hidupnya)

39. “Wa akhbaronii bi anna al ‘ilma nuurun. Wa nuuru Allahi laa yuhdaa li’aashii.”

(Beliau memberitahuku bahwasanya ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah itu tidaklah diberi kepada orang yang melakukan maksiat)

forty. “Wa maa al ladzatu illa ba’da at ta’bi. “

(Tidak ada kenikmatan setelah kepayahan)

Kata-kata motto hidup bahasa Arab tentang memanfaatkan waktu.

foto: freepik.com

41. “Al hayyatu ka al tsalji. Istamti’ bihaa qobla an tadzuuba.”

(Hidup itu seperti halnya es nikmatilah dengan baik sebelum ia mencair)

42. “Al waqtu atsmanu mina advert dzahabi. “

(Waktu itu lebih mahal dari emas)

forty three. “Al waqtu kaa assaifi fa in lam taqto’hu qotho’aka.”

( Waktu itu seperti pedang. Jika kau tidak memotongnya maka ia akan memotongmu)

forty four. “If’al maa yus’iduka, fa al ayyaamu lan ta’uudu.”

(Lakukanlah hal yang membuatmu bahagia karena hari-hari lalu tak akan pernah kembali)

45. “Inna as syabaaba wa al faroogo wa aljiddata mafsadatun lilmar i ayya mafsadatin. “

(Sesungguhnya masa muda, waktu luang, dan banyak harta adalah perusak seseorang dengan sebenar-benarnya kerusakan)

46. “Lan tarji’a al ayyamu allatii madhot.”

(Tidak akan pernah kembali waktu yang telah lalu)

forty seven. “Bi qodri al kuddi tuktasabu al ma’aalii.”

(Sebesar usaha yang dikeluarkan, sebesar itu pula kesuksesan yang didapat)

48. “Wa al asadu laulaa firooqu al goobi maa iftarosat. Wa as sahmu laulaa firooqu al qousi lam yushib.”

(Singa itu jika tidak keluar dari semak- semak tak akan mendapatkan mangsa. Demikian pula anak panah itu jika tidak melesat dari busurnya, tidak akan mengenai sasaran)

forty nine. “Wa ightanim ‘umroka ibbaana as shibaa. Fa huwa in zaada ma’a as syaibi naqosh.”

(Pergunakanlah waktumu sejak usia dini. Karena ketika usia beranjak senja dengan bertambahnya uban, umur pun berkurang)

50. ” Ijhad walaa taksal wa laa takun ghoofilan fa nadaamatu al ‘uqbaa liman yatakaasal. “

(Bersungguh- sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan)