Perihal proses withdrawal & pembayaran saldo di SOSIAGO, baca disini. 109 NEW WIZARD Start Tour Guide 101 SERVICE Order Artikel Store Awards EVENTS Kontes Meeting (soon) General (soon) NOTIFICATIONS Task #260215 sudah diapprove. Task #288738 sudah diapprove. Task #288740 sudah diapprove. Task #200873 sudah diapprove. Fitria Nurma Anjarwati 0 points Saldo Rp 75.000 Edit Profile Pesan Log Out Account Tambahkan meta tag dibawah ini ke halaman blog/website anda
TIPS & TRIK

Batu Kudo, Objek Wisata Baru Di Pesisir Selatan

Summary

SuhaNews. Satu lagi objek wisata di Kab. Pesisir Selatan dibuka untuk umum. Bupati Hendrajoni meresmikan objek wisata Batu Kudo disela-sela kunjungan ke Nagari Taluk Tigo Sakato, Kamis (17/9) lalu.Peresmian objek wisata Batu Kudo ini juga dihadiri anggota DPR RI Lisda […]

More On objek

SuhaNews. Satu lagi objek wisata di Kab. Pesisir Selatan dibuka untuk umum. Bupati Hendrajoni meresmikan objek wisata Batu Kudo disela-sela kunjungan ke Nagari Taluk Tigo Sakato, Kamis (17/9) lalu.
Peresmian objek wisata Batu Kudo ini juga dihadiri anggota DPR RI Lisda Hendrajoni yang juga selaku Ketua TP PKK Pesisir Selatan, Forkopimca, perangkat nagari, dan sejumlah pejabat Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta tokoh masyarakat setempat.
“Inovasinya sangat bagus. Selain akan menambah pundi-pundi rupiah bagi pengelola, budidaya ikan air tawar juga bakal menambah daya tarik kunjungan wisatawan ke objek wisata ini,” ujar Bupati.

Hendrajoni menyebut, Batu Kudo merupakan objek wisata alam yang menawarkan keindahan aliran anak sungai, air terjun, dan hijaunya hutan beserta satwanya.

“Di sini lokasinya asri dan sejuk, jika dikelola dengan maksimal maka saya yakin kunjungan bakal ramai,” ucapnya.

Dari cerita masyarakat setempat, nama Batu Kudo atau Batu Kuda yang disematkan untuk kawasan tersebut, bermula dari legenda yang hingga kini masih begitu acquainted bagi masyarakat di sana.

Legenda bermula ketika salah seorang warga yang bernama Malin Deman ingin membuka areal berladang di kawasan yang saat ini dijadikan objek wisata. Karena gerah dan kebetulan terdapat aliran anak sungai yang segar, ia pun berniat untuk mandi sejenak.

Ketika sedang mandi, samar-sama ia mendengar ada suara beberapa anak gadis yang juga sepertinya sedang mandi, dan diperkirakan tidak jauh dari lokasinya.

Karena kondisi hutan yang masih lebat, ia seakan tidak percaya adanya anak gadis yang mandi di sana, akhirnya ia memberanikan diri melihat secara langsung.

Setelah dilihat ternyata tidak sesuai dengan perkiraan, mereka bukanlah anak gadis namun bidadari yang sengaja turun dari kahyangan untuk mandi di lokasi tersebut. Karena mereka berjumlah tujuh, akhirnya Malin Deman mengambil salah satu baju dari mereka.

Setelah para bidadari selesai mandi, mereka pun terbang menuju kahyangan, namun salah seorang dari mereka tetap tinggal karena kehilangan baju.

Akhirnya bidadari mendatangi perkampungan sekitar dan berjanji akan menikah dengan siapapun yang menemukan bajunya yang hilang.

Singkat cerita, akhirnya bidadari tersebut menikah dengan Malin Deman dan memiliki satu orang anak. Pada satu kesempatan ia akhirnya mendapatkan bajunya yang selama ini disimpan dengan rapi oleh suaminya.

Tak lama berselang ia langsung menuju anak sungai yang dulunya merupakan lokasi pemandian dan teman-temannya dari kahyangan.

Mendengar informasi tersebut, Malin Deman segera mengejar sang istri, agar cepat sampai ia pun menunggangi seekor kuda.

Sesampainya Malin Deman di lokasi, bidadari ternyata sudah bersiap untuk terbang ke kahyangan, karena jaraknya dengan Malin Deman sudah dekat sang bidadari akhirnya mengutuk kuda tunggangan Malin Deman sehingga menjadi batu.

Hingga saat ini, batu yang menyerupai kuda masih bisa dijumpai di lokasi tersebut, hanya saja kepalanya sudah tidak ada, sesuai informasi dari masyarakat sekitar hilangnya kepala kuda akibat dihantam aliran anak sungai.

editor : Moentjak sumber : Beritanda1.com

BACA JUGA :